Imam Hasan al-Banna mengibaratkan umat dan al-quran itu seperti sekelompok orang yang berjalan di tengah kegelapan yang pekat, membabi buta tak tentu arah, kadang-kadang mereka jatuh ke jurang, kadang-kadang membentur batu, dan kadang-kadang saling bertabrakan. Padahal di tangan mereka ada sebuah tombol elektrik yang jika dipencet akan menghidupkan lampu yang terang benderang. Begitulah kenyataan umat hari ini, di tangan mereka ada al-quran yang menjadi petunjuk dan penerang dalam kegelapan kehidupan tapi mereka tidak mau dan bahkan tidak tahu cara menggunakannya.
Bagaimana sebenarnya cara kita "mempergunakan" al-Quran agar ia benar-benar menjadi petunjuk dalam kehidupan kita? Ada beberapa kewajiban yang harus kita tunaikan:
1. Mengimaninya
Kita harus yakin bahwa Al-Qur’an adalah kalamullah yang diturunkan oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala kepada Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam. Kita wajib mengimani semua ayat-ayat yang kita baca, baik yang berupa hukum-hukum maupun kisah-kisah. Baik yang menurut kita terasa masuk akal maupun yang belum dapat kita pahami, yang nyata maupun yang gaib.
Hal ini sesuai dengan firman Allah :
“Rasul itu telah percaya akan apa yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, dan segenap orang mu’min pun percaya pula, masing-masing percaya kepada Allah, Malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan utusan-utusan-Nya”. (Q.S. Al-Baqaarah; 285).
2. Membacanya
Seperti yang diajarkan Allah SWT dalam Ayat pertama yang diturunkan kepada Rasulullah Muhammad SAW, “Iqra” atau “Bacalah”
Di dalam Al-Qur’an juga disebutkan bahwa membaca dengan sebenar-benar bacaan (haqqa tilawah) merupakan parameter keimanan orang tersebut kepada Al-Qur’an. Firman Allah :
“Orang-orang yang telah Kami berikan Al-Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan ‘haqqa tilawah’ mereka itulah orang-orang yang beriman kepadanya. Dan barang siapa yang ingkar kepadanya, maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” (Q.S. Al Baqaarah: 121).
Dalam membacanya setiap muslim diwajibkan membacanya sebagaimana ayat-ayat al-quran ini diturunkan dan diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam, yaitu dengan memenuhi hak-hak bacaan berupa kaidah-kaidah tajwid. Demikianlah ijma para ulama dan ahli qurro.
3. Mendengarkannya
Mendengarkan al-quran ketika ia dibacakan adalah kewajiban. Bahkan tidak hanya mendengarkan tapi juga disertai dengan memperhatikannya. Sebagaimana firman Allah :
"Dan apabila dibacakan Al Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-A'raf : 204)
Kewajiban ini sudah sangat banyak diabaikan kaum muslimin di saat ini. Mereka memperdengarkan ayat-ayat al-quran dalam berbagai acara, tapi mereka malah sibuk berbicara satu sama lain.
4. Mentadabburinya
Tadabbur Al-Qur’an dapat dilakukan dengan mengulangi ayat-ayat yang kita baca dan meresapinya kedalam hati serta memikirkan maknanya dengan bacaan yang lambat. Tidak hanya hati yang mentadabburi, tapi fisik kita yang lain pun ikut bertadabbur. Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam merupakan contoh terbaik bagi kita dalam cara mentadabburi Al-Qur’an, diriwayatkan ketika diturunkan surat Huud dan Al Waqiah sampai beruban rambutnya karena takut terhadap Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
“Maka apakah mereka tidak mentadabburkan Al Qur’an? Kalau kiranya Al Qur’an itu turun dari sisi selain Allah tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak didalamnya.” (Q.S. An Nissa: 82).
5. Menghafal dan Menjaga Hafalannya
“Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam mengatakan barang siapa yang didalam rongga tubuhnya tidak ada sedikitpun Al Qur’an, tak ubahnya bagaikan rumah yang bobrok." (HR. At Tarmidzi).
Dari Ibnu Umar ra, bahwasannya Rasullulah saw bersabda :”Sesungguhnya perumpamaan orang yang menguasai Al Qur’an, seperti unta yang terikat. Apabila ia sangat berhati-hati maka ia akan tetap bertahan, dan apabila ia membiarkannya maka ia akan lepas.” {H.R. Bukhari Muslim}
Para penghafal al-Quran adalah penjaga kemurnian al-Quran. Status mereka begitu dihargai Allah sehingga melibatkan mereka dalam fungsi ini sebagaimana ayat berikut:
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya" (QS. Al-Hijr:9)
6. Mengamalkannya
Mengamalkan berawal dari memahami ilmu-ilmunya serta berpegang teguh pada hukum-hukumnya, kemudian menyelaraskan hidup dan tingkah laku serta akhlaknya, sebagaimana akhlak Rasulullah Salallahu Alaihi Wa Salam dalam Al Qur’an. Tanpa diamalkan al-quran ibarat benda mati yang tidak akan bermanfaat bagi pemiliknya.
Di antara hikmah ayat-ayat al-quran turun secara bertahap adalah agar para generasi Islam yang pertama mudah dalam mengamalkannya. Dan mereka menjadi umat terbaik karena keteguhan mereka berpegang kepada al-quran dan mengamalkannya.
"Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-A’raf: 157)
7. Mempelajari dan mengajarkannya
Bukhari meriwayatkan dalam kitab sahihnya dari Utsman r.a. bahwa Nabi Muhammad Saw bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Quran dan mengajarkannya.”
*Mari berbagi pahala dengan berbagi tulisan ini
https://id-id.facebook.com/notes/toko-online-al-quran-murah/kewajiban-muslim-terhadap-al-quran/10150161009696257/
Comments
Post a Comment